Laba Bank Mandiri Naik 2,3% Jadi Rp 20,3 T

Laba Bank Mandiri Naik 2,3% Jadi Rp 20,3 T

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2016 16:47 WIB
Laba Bank Mandiri Naik 2,3% Jadi Rp 20,3 T
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memperkuat peran sebagai lembaga intermediasi untuk mendorong perekonomian nasional. Laba bersih pada 2015 tercatat tumbuh 2,3% menjadi Rp 20,3 triliun jika dibandingkan akhir 2014 sebesar Rp 19,9 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 12,4% pada akhir 2015 menjadi Rp 595,5 triliun dari Rp 530,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio NPL net terjaga di level 0,90%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan penyaluran kredit itu mendorong peningkatan aset sebesar 6,4% menjadi Rp 910,1 triliun dari Rp 855,0 triliun pada Desember 2014.

Di samping pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan operating income yang meningkat Rp 10,3 triliun atau secara tahunan tumbuh 18,0% menjadi Rp 67,1 triliun, kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 16,0% menjadi Rp 48,5 triliun, serta pertumbuhan fee based income 23,7% menjadi Rp 18,6 triliun.

Sebagai implementasi fungsi intermediasi dalam mendukung perekonomian nasional, Bank Mandiri juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2015, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,0% mencapai Rp 463,8 triliun, di mana kredit investasi tumbuh 14,2% dan kredit modal kerja tumbuh 12,3 %. Sektor terkait infrastruktur yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 4,2%, diikuti oleh industri pengolahan  sebesar 21,7%.

Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 22,9% menjadi Rp 42,5 triliun pada Desember 2015.

Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat sebanyak 1.108.992 nasabah. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 3,2% menjadi Rp 75,8 triliun.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir 2015, jumlah nasabah KUR Bank Mandiri tercatat sebanyak lebih dari 466 ribu nasabah dengan limit sebesar Rp 21,7 triliun. Ada pun penyaluran KUR sepanjang tahun lalu mencapai Rp 3,5 triliun dan dikucurkan kepada 70.318 debitur.

"Pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengakselerasi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," Kata Budi.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 676,4 triliun pada akhir 2015 dari Rp 636,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp 443,9 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 19,3 triliun  menjadi Rp 271,7 triliun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

Hingga Desember 2015, Bank Mandiri telah menambah 145 unit kantor cabang menjadi 2.457 unit, memasang 2.044 unit ATM menjadi 17.388 unit, memasang 16.509 unit Electronic Data Capture (EDC) menjadi 286,861 unit, serta penambahan 247  jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 2.080 unit. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads