Ini Cara OJK Dorong Perbankan Syariah Tumbuh Pesat

Ini Cara OJK Dorong Perbankan Syariah Tumbuh Pesat

Cindy Audilla - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2016 17:33 WIB
Ini Cara OJK Dorong Perbankan Syariah Tumbuh Pesat
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Meski memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih berada di angka 4,87% pada 2015. Angka ini jauh di bawah market share Malaysia yang menguasai sekitar 20% di tahun yang sama.

Penyebab utama tertinggalnya perbankan syariah Indonesia adalah karena Indonesia belum memiliki badan khusus yang mengkoordinasi lembaga-lembaga keuangan syariah, termasuk bank syariah.

Anggota Dewan Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Mulya Siregar mengungkapkan, pihaknya menerapkan berbagai strategi agar perbankan syariah di Indonesia tumbuh pesat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mendorong bank syariah supaya produknya sama bagusnya, modernnya, dan sama lengkapnya dengan negara lain. Upaya ini diharapkan dapat membuat masyarakat agar mau ke bank syariah, membuka rekening, dan bertransaksi," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Berikut 7 strategi untuk mendorong ekonomi syariah:
  1. Edukasi
  2. Sosialisasi
  3. SDM terbatas, perguruan negeri harus membuka jurusan perbankan syariah agar lulusan menjadi SDM syariah
  4. Strategi. Kementerian BUMN menggerakkan strategi investor. Tujuannya mengembangkan bank-bank milik BUMN supaya bisa dibentuk bank-bank BUMN syariah
  5. IT terbatas, contoh belum bisa internet banking, phone banking, telebanking
  6. Harmonisasi dan bersinergi dengan stakeholder. OJK perlu mengubah pola pengawasan dan lebih dekat lagi dengan industri sebagai mitra
  7. Ketentuan insentif. Pangsa bank syariah tahun ini bisa lebih dari 5 %
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Mochamad Muchlasin menambahkan, salah satu bentuk sosialisasi keuangan syariah adalah dengan membentuk Keuangan Syariah Fair 2016 (KSF), ini merupakan bentuk kegiatan dari sektor perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Kegiatan ini bertujuan supaya gaung tentang ekonomi keuangan syariah lebih terdengar di masyarakat. Integrasi antarsektor pun akan semakin menguat.

"Untuk tahun ini, OJK lebih banyak melakukan sosialiasasi dan edukasi ke kelompok yang mempunyai porsi yang besar untuk membeli produk (market syariah). Kami juga akan mengubah strategi komunikasi. Sasarannya seperti pasar dana syariah yang memiliki porsi cukup banyak untuk pegawai negeri, acara pekan reksa dana salah satunya. BUMN merupakan pihak yang sangat potensial untuk menerbitkan sukuk," jelas dia. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads