DPR Pertanyakan Pinjaman BUMN Dari China Berbentuk Yuan

DPR Pertanyakan Pinjaman BUMN Dari China Berbentuk Yuan

Cindy Audilla - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 15:48 WIB
DPR Pertanyakan Pinjaman BUMN Dari China Berbentuk Yuan
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhir tahun lalu mendapat pinjaman dari Bank Pembangunan China (China Development Bank/CBD), senilai US$ 3 miliar, atau sekitar Rp 39 triliun dengan kurs Rp 13.000.

Tiga bank BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Utang tersebut dibagi menjadi dua mata uang, yaitu dolar AS dan yuan renminbi.

Komisi VI DPR masih mempertanyakan persoalan utang ini, terutama mengapa bentuknya dalam yuan yang kurang populer di Indonesia. DPR pun menggelar rapat dengar pendapat dengan tiga bank BUMN yang bersangkutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pinjam dari CDB karena sesuai kesepakatan antara kami dan CDB pinjaman dikeluarkan dalam dua mata uang, yakni dolar AS dan reminbi. Soal utilisasi renminbi tetap tinggi karena bisa diterapkan konversi mata uang dan hedging," kata Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (1/3/2016).

"Selain itu mata uang renminbi juga penggunaannya terus meningkat apalagi setelah renminbi dijadikan penggunaanya sebagai mata uang dunia," kata Baiquni. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads