Tiga bank BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Utang tersebut dibagi menjadi dua mata uang, yaitu dolar AS dan yuan renminbi.
Komisi VI DPR masih mempertanyakan persoalan utang ini, terutama mengapa bentuknya dalam yuan yang kurang populer di Indonesia. DPR pun menggelar rapat dengar pendapat dengan tiga bank BUMN yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu mata uang renminbi juga penggunaannya terus meningkat apalagi setelah renminbi dijadikan penggunaanya sebagai mata uang dunia," kata Baiquni. (ang/dnl)











































