Banyak Negara Lain Punya Uang, Kenapa BUMN Ngutang ke China?

Banyak Negara Lain Punya Uang, Kenapa BUMN Ngutang ke China?

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 17:04 WIB
Banyak Negara Lain Punya Uang, Kenapa BUMN Ngutang ke China?
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Komisi VI DPR masih mempertanyakan pinjaman dari Bank Pembangunan China (China Development Bank/CBD) US$ 3 miliar (Rp 39 triliun) ke tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

DPR meminta klarifikasi soal pinjaman tersebut kepada Kementerian BUMN dan tiga bank BUMN yang bersangkutan, yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Ada banyak negara punya uang, mengapa BUMN memilih China?

"Yang respons cepat CBD dibanding Jepang dan lain-lain. Di Indonesia memang belum ada yang kuat buat kasih pinjaman jangka panjang, ini butuh pendanaan dari bank sekarang saat ini dari pihak ketiga dan deposito 6 bulanan atau 3 bulanan. Jadi dari bank kita nggak bisa buat danai infrastruktur yang jangka panjang," kata Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (1/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, untuk mendanai infrastruktur, butuh pinjaman jangka panjang hingga 5-10 tahun. Selain itu, pinjaman ini juga membuat Indonesia dipercaya oleh dunia.

"Dunia sudah percaya dengan bank-bank pemerintah karena diberi kepercayaan dari CDB tanpa jaminan. ini hal yang bagus, dunia akan berpikir ulang mereka akan pinjami negara lain tanpa jaminan," katanya.

Gatot juga menjamin BUMN akan menyalurkan kembali pinjaman dari China itu dengan baik sambil menjaga integritas. Nasabah yang diberikan kredit tidak sembarang pilih.

"Jadi semacam entry point pinjaman luar negeri untuk danai proyek infrastruktur kita dalam jangka panjang dengan bunga yang lebih kompetitif," ujarnya. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads