"Dulu jarang dengar ancaman krisis, sekarang bisa datang setiap bulan atau mingguan hanya berasal dari gosip regulasi yang beredar," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya saat membuka acara Milad ke 12 Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Gedung Dhanapala, kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (3/3/2016)
Menurut Bambang, hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi pelaku di sektor keuangan syariah, maupun konvensional. Sehingga sikap kewaspadaan mesti ditingkatkan dibandingkan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menginginkan agar sektor ini memberikan konstribusi besar untuk perekonomian nasional, baik perbankan maupun industri keuangan non bank (IKNB).
"Industri perbankan dan IKNB tetap penting. Tapi jangan sampai terjebak asyik membahas bagaimana perkembangan industrinya tanpa melihat kontribusi pada perekonomian nasional. Kita asyik pada profesi sendiri dan lupa kewajiban kita sebagai masyarakat, untuk bagaimana ilmu kita berkontribusi pasa perekonomian nasional," papar Bambang. (mkl/hns)











































