Agus mengungkapkan, sebagai pengawas dari lembaga keuangan seperti perbankan, pihaknya meminta pemeriksa dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak menerima servis tersebut, seperti penyediaan kamar hotel hingga fasilitas bermain golf.
"Kalau ada orang BPKP datang pasti dikasih servis, BPK juga sama. Nah, saya harapkan teman-teman bank yang diperiksa OJK dilarang kasih servis. Hilangkan itu, saya setiap kasih sambutan banyak pejabat yang masih feodal, terima keluhan katanya kalau hotel dan main golf mereka yang biayai. Nggak ada alokasi main golf, atau hotel. Jadi mari hilangkan," tegasnya di acara penandatangan kerjasama pertukaran informasi, di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (10/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibanding aparatur negara lain, OJK gaji lebih tinggi. Kalau misalkan PNS biasa, kadang-kadang kalau namanya korupsi karena need (kebutuhan) sekolahkan anaknya, atau masih kurang buat hidup. Kalau teman-teman OJK masih melakukan (korupsi), itu bukan masuk kategori need, tapi greedy (rakus)," jelas Agus. (drk/drk)











































