Keputusan pemangkasan suku bunga tersebut dilakukan untuk merangsang pertumbuhan eknomi Eropa yang selama ini stagnan. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis waktu setempat.
Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi di zona Eropa juga direvisi ke bawah. Ini sebagai bentuk pelemahan ekonomi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi di zona euro tercatat rata-rata 0,1% pada tahun 2016. Perkiraan pertumbuhan ekonomi zona euro di tahun 2016 sebesar 1,4%, 2017 sebesar 1,7%, dan 2018 sebesar 1,8%.
ECB mengumumkan pemangkasan suku bunga atau suku bunga operasi pembiayaan kembali (refinancing rate) menjadi 0,0% dan suku bunga deposito minus 0,4%.
"Tingkat inflasi yang sangat rendah atau bahkan negatif memang tidak bisa dihindari dalam beberapa bulan ke depan sebagai dampak dari anjloknya harga minyak," kata Draghi dalam konferensi persnya, seperti dilansir CNBC, Jumat (11/3/2016).
Sementara perkiraan inflasi di tahun 2016 sebesar 0,1%, 2017 sebesar 1,3%, dan 2018 sebesar 1,6%.
ECB juga akan memperluas pembelian aset bulanan atau meningkatkan jumlah alokasi program stimulusnya sebesar 80 miliar euro yang akan berlaku pada April 2016.
Selain itu, ECB akan memperluas pembelian aset atau menambah asetnya melalui pembelian obligasi korporasi, khususnya obligasi berdenominasi euro. Pembelian tersebut akan dimulai menjelang akhir semester I-2016.
Selain itu, ECB juga akan meluncurkan seri baru dari empat Targeted Longer-Term Refinancing Operations (TLTROs) atau operasi refinancing jangka panjang dengan tenor 4 tahun, mulai bulan Juni, yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan non-bank yang didirikan di kawasan euro.
Draghi mengatakan, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan perekonomian zona euro.
Menurut Draghi, suku bunga kemungkinan masih akan tetap pada tingkat saat ini atau lebih rendah untuk jangka waktu yang lama.
ECB menyatakan, perluasan program pembelian aset tersebut tidak sebesar intervensinya dalam mata uang.
Draghi menambahkan, skema pembelian aset melalui TLTROs tersebut, sebelumnya terbukti berhasil dan memberikan opsi pendanaan jangka panjang yang menarik bagi bank yang tengah menghadapi kebutuhan refinancing yang cukup besar. (drk/ang)











































