Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, melihat reaksi pasar yang beragam atas keputusan ECB. Sehingga hal ini perlu diamati lebih intensif.
"Kami juga sudah dengar ECB putuskan potong 10 bps lagi dan menguatkan statement untuk tidak keluarkan. Kami lihat reaksi pasar berbeda-beda. Ini perlu kami amati," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/3/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhadap nilai tukar rupiah, Agus menilai fokus yang perlu ditujukan adalah pembenahan ekonomi secara nasional. Tidak hanya BI melainkan juga dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Di Indonesia, koordinasi antara pemerintah yang awasi sektor riil bersama dengan fiskal dan BI bersinergi. Kalau sandainya ikuti paket kebijakan reformasi oleh pemerintah dilakukan koordinasi yang baik dan juga ajak moneter juga," pungkasnya. (ang/ang)











































