"Kalau rata-ratanya mungkin antara sekitar 5% sampai 5,5%, rata-rata ya. Ada bank yang lebih tinggi dari itu. Tapi ada juga bank yang lebih rendah. Kalau bank-bank asing itu marginnya rendah," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon, usai Focus Group Discussion Digital Banking di Aula Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
"Ya umumnya bank yang buku besar itu marginnya masih cukup tinggi, karena mungkin mereka juga biasanya kan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara melakukan efisiensi adalah menggenjot digital banking dalam kegiatan operasionalnya. Jika perbankan semakin efisien, maka suku bunga kredit pun bisa diturunkan.
"Ya intinya kita baru bicara secara umum ya. Kita ingin secara umum margin bank itu sesuai dengan semangat mengikuti atau mendorong, mem-backup penurunan suku bunga itu," ujarnya.
Ia mengatakan, efisiensi juga menjadi modal perbankan dalam negeri untuk bersaing di ASEAN.
"Karena tidak ada lagi cara lain kalau mau berkompetisi di ASEAN, di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ya memang kita harus bicara masalah efisiensi. Kalau tidak, ya kita tidak bisa berkompetisi dengan mereka," kata Nelson. (ang/hns)











































