Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai dana yang masuk ke pasar keuangan sekarang kecenderungan adalah uang panas atau hot money. Di mana besar peluangnya untuk tiba-tiba saja keluar dari Indonesia saat ada gejolak.
"Kalau BI tingkat bunganya terlalu tinggi, akibatnya inflow-nya terlalu banyak, yang terjadi adalah uang panas. Hot money," terangnya dalam seminar ekonomi di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor jadi punya pilihan untuk menempatkan dananya," sebut Chatib.
Diketahui, penurunan suku bunga oleh BI memang terjadi tiap bulan sejak Januari 2016 dengan masing-masing 25 basis poin. Selain menjahga nilai tukar rupiah, langkah tersebut juga mendorong penurunan bunga kredit oleh perbankan.
Chatib menambahkan, mengalirnya arus modal asing ke Indonesia dikarenakan penerapan kebijakan suku bunga negatif oleh beberapa negara maju seperti Jepang dan Eropa. Sehingga banyak investor yang lari dan mencari tempat penempatan dana lain.
"Saya bilang negative interest rate ada di Jepang, di Eropa. Ini capital akan datang, terbang ke Indonesia," kata Chatib.
(mkl/ang)











































