BI Berharap Dosen Paham Tentang Kebanksentralan

BI Berharap Dosen Paham Tentang Kebanksentralan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 30 Mar 2016 16:58 WIB
BI Berharap Dosen Paham Tentang Kebanksentralan
Foto: Ardan Adhi Chandra
Nusa Dua - Bank Indonesia Institute (BI Institute) hari ini menggelar pelatihan kepada para dosen se-Indonesia mengenai Kebanksentralan. Pelatihan yang bertajuk Training of Trainers Kebanksentralan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para dosen mengenai bank sentral.

Pelatihan ini juga dilakukan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai kebanksentralan di kalangan dosen, sehingga nantinya para dosen tersebut dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswanya mengenai bank sentral.

"Kami selama ini memang tenaga yang memberikan perkuliahan di Perguruan Tinggi masih dalam tahap awal dilakukan oleh Bank Indonesia. Kalau terus menerus dilakukan tenaga kami di BI Institute kan terbatas, tidak mungkin hanya dari BI. Kami harapkan ke depan mereka juga bisa mengajarkan secara langsung tidak tergantung kepada BI," terang Direktur Eksekutif BI, Institute Sugeng di Hotel Conrad, Nusa Dua, Bali, Rabu (30/03/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BI Institute berencana mengedukasi kebanksentralan ke beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.

"Dalam jangka pendek kami akan fokus kepada beberapa perguruan tinggi. Kami akan matangkan di situ," tambah Sugeng.

Hingga saat ini, sudah ada satu Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki pusat kebanksentralan sehingga diharapkan pemahaman mengenai bank sentral dapat dipelajari lebih luas lagi.

"Universitas Gadjah Mada didirikan baru ini pusat kebanksentralan, kami harapkan Perguruan Tinggi sekitar UGM dapat belajar di UGM dan mereka bisa mengajarkannya lagi," tutur Sugeng.

Dengan matangnya pemahaman para dosen dan mahasiswa mengenai kebanksentralan, Sugeng mengharapkan pengetahuan para pendidik menjadi lebih baik.

"Sasaran akhir mereka Perguruan Tinggi diharapkan kemampuan kebanksentralan jadi lebih kuat. Ilmu dalam finansial dan moneter akan terus berkembang," pungkas Sugeng. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads