Demikian dikatakan Chief Economist Bank Mandiri Anton H Gunawan dalam Paparan Macro Economy Outlook 2016, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
"Satu-satunya hal yang banyak mendorong ke atas 5% lebih di kuartal IV terutama goverment spending terutama investment dan beberapa private spending," ujar Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tingginya angka inflasi ini akibat buruknya sistem logistik Indonesia sehingga arus barang sulit mencapai tempat tujuan.
"Inflasi kita sebenarnya agak-agak aneh, kenapa belakangan ini 4,5%, harusnya kan bisa sekitar 3%. Biang keladinya food inflation, bukan karena demand tinggi, tapi karena aturan-aturan segala macam termasuk lemahnya logistik kita. Ingin swasembada tapi ada el nino juga. Kalau nggak cepat-cepat ditangani impor, harga pangan kita relatif tinggi. Padahal, di luar cenderung turun tapi sebenarnya inflasi kita menggambarkan lemahnya ekonomi, jadi produktivitas masih melambat," kata Anton. (drk/drk)











































