Tak hanya Jepang, Denmark, Swedia juga menerapkan kebijakan suku bunga negatif atau suku bunga kurang dari 0 persen dalam rangka memberikan stimulus pada perekonomian mereka.
Plt Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera bertindak cepat dengan menurunkan suku bunga imbal hasil dalam negeri menjadi single digit. Jika tidak, maka uang akan terus mengalir ke Indonesia sehingga terjadi over liquid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak segera menjadi single digit,Β Imam menilai akan masuk uang yang bukan riil investasi apalagi Indonesia menganut sistem devisa bebas. Suku bunga tinggi membuat instabilitas ekonomi Indonesia seperti index saham yang tiba-tiba bisa melonjak hingga nilai tukar yang fluktuatif.
"Nanti bank itu akan kebanyakan uang, feasible atau nggak feasible itu bisa dikasih saja (kredit). Jadi kaya bom waktu jadi nanti ada over pembiayaan. Nah nanti ke mana mana bisa over heating macam macam dan juga risiko pembiayaan di periode berikutnya," ungkap Imam.
Menurutnya salah satu cara menghadapi fenomena ini adalah dengan mengebut pembangunan infrastruktur. Dana yang dikumpulkan perbankan bisa langsung disalurkan.
"Makanya infrastruktur harus dikebut. Karena kalau nggak, nanti over liquidity, bisa saja saham tiba-tiba naik dan banyak yang borong SUN juga." jelasnya. (feb/feb)











































