"Kita sudah memperoleh renminbi license sejak akhir 2015, izin ini dapat memudahkan transaksi bisnis maupun perdagangan antara Indonesia dan China. Saat ini banyak permintaan dari nasabah Bank Mandiri terkait bisnis ekspor dan impor untuk melakukan transaksi dengan mata uang renminbi," ujar Direktur Treasury and Markets Bank Mandiri, Pahala N.Mansury, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Saat ini dana yang dikelola di Bank Mandiri cabang China ini sudah mencapai US$ 120 juta dan harapannya bisa tumbuh hingga 44%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transaksi dengan menggunakan renminbi ini memiliki potensi yang sangat besar. Transaksi perdagangan China pada 2020 yang dilakukan dalam mata uang renminbi diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Biaya transaksi ekspor dan impor pun ajan menjadi lebuh efisien karena bisa langsung melakukan konversi mata uang rupiah dengan renminbi tanoa perlu mengkonversinya ke dolar Amerika Serikat (AS). (ang/ang)











































