Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Apr 2016 16:06 WIB

Gubernur Ganjar di Depan Jokowi: Bunga KUR 9%, di Bank Jateng Sudah 2%

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut salah satu penghambat pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), serta menjamurnya praktik rentenir adalah bunga bank yang tinggi.

Melihat kondisi tersebut, dia terinspirasi menciptakan pinjaman berbunga sangat rendah untuk kalangan pelaku UKM di wilayahnya, hanya 7% dan 2% dalam setahun. Bahkan tanpa agunan.

Hal itu diungkapkan Ganjar di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peluncuran Sinergi Aksi untuk Ekonomi Kerakyatan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (11/4/2016).

"Suku bunga single digit dari 12% jadi 9% sekarang. Itu mudahkan masyarakat buat usaha, silakan utang tapi bayar. Kalau KUR 9%, kita malah ada yang murah banget, hanya 7% lewat Mitra 25. Untuk start up bisnis malah sudah bunga 2%, pinjaman maksimal Rp 2 juta," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, kebijakan pemberian bunga 2% tersebut terinspirasi saat membantu pedagang Pasar Johar, Semarang, yang kehilangan modal dagangannya akibat kebakaran hebat di pasar yang terkenal menjual kain tersebut.

"Pinjaman maksimal Rp 2 juta ini terinspirasi pada pedagang Pasar Johar. Di pasar itu, nasabah kita ternyata hanya 9 orang, dengan Rp 2 juta kita kembangkan dalam sistem pinjaman agar dapat modal awal. Supaya bakul-bakul di pasar ini tak harus berurusan dengan rentenir," ucap Ganjar.

Sebagai informasi, Ganjar meluncurkan dua jenis kredit UKM di Bank Jateng, yakni Mitra 02 dan Mitra 25. Kredit mitra 25, diperuntukkan bagi pelaku usaha yang sudah menjalankan usahanya minimal enam bulan. Program ini membuka kesempatan pelaku usaha mengambil kredit sampai Rp 25 juta dengan bunga 7% dan berjangka waktu tiga tahun.

Sedangkan Mitra 02, diperuntukkan bagi yang ingin memulai usaha dengan modal maksimal Rp 2 juta. Jangka waktunya satu tahun dan bunga hanya 2%. Ini juga tanpa agunan dan administrasi, namun calon pelaku usaha harus sudah memiliki rencana atau tempat usahanya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com