Berkaitan dengan peningkatan kegiatan usaha berdampak pula pada peningkatan tenaga kerja. Hal tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) penggunaan tenaga kerja Triwulan I-2016 sebesar 1,94%, meningkat dibandingkan SBT penggunaan tenaga kerja pada periode sebelumnya yang tercatat mengalami kontraksi (-1,94%).
"Tenaga kerja ini berita yang baik ya, di Q1 dia naik setelah dia turun dari Q2 tahun 2015 karena banyak pemutusan hubungan kerja, nah dari hasil survei mereka akan meningkatkan penggunaan tenaga kerja angkanya 1,94% SBT-nya di Q2 5,58%. Jadi ini bukan hanya berita baik untuk pengusaha tapi untuk pencari kerja," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia, Hendi Sulistyowati, di Gedung BI, Jakarta, Senin (11/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan perkiraan ekspansi kegiatan usaha, penggunaan tenaga kerja diperkirakan terus meningkat pada triwulan II-2016 yang terjadi pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan, sektor jasa-jasa, dan sektor industri pengolahan. (drk/drk)











































