Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) perlambatan pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada Kredit Modal Kerja dan Kredit Konsumsi. Sedangkan, permintaan Kredit Investasi semakin menguat.
"Hal ini tercermin dari SBT permintaan Kredit Modal Kerja sebesar 26,7%. Lebih rendah dari 42,8% pada triwulan sebelumnya dan SBT permintaan Kredit Konsumsi sebesar 11,8%, lebih rendah dari 45,7% pada triwulan sebelumnya," sebut hasil survei yang dikutip dari situs BI (www.go.id), Sabtu (16/4/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, karena kebijakan perbankan yang selektif dalam pemberian kredit untuk menekan kenaikan resiko kredit bermasalah atau Non Performing Loans (NPLs).
Sementara itu, berdasarkan jenis Kredit Konsumsi, penurunan permintaan terjadi pada Kartu Kredit (SBT -31,9%) dan Kredit Multiguna (SBT -15,1%), sedangkan permintaan pada Kredit Kendaraan Bermotor mengalami peningkatan (SBT 17,6%). Peningkatan Kredit Kendaraan Bermotor tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan kendaraan pada Januari-Februari 2016.
Secara sektoral, permintaan kredit baru pada 6 sektor ekonomi, yaitu pertambangan dan penggalian, transportasi pergudangan dan telekomunikasi, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, jasa kemasyarakatan sosial budaya dan hiburan, serta kegiatan yang belum jelas batasannya, mengalami penurunan pada triwulan I-2016. Penurunan terbesar pada kredit sektor pertambangan & penggalian (SBT -23,9%).
Penurunan tersebut sejalan dengan tren penurunan harga komoditas energi di pasar internasional dan belum pulihnya ekspor komoditas pertambangan & penggalian pada Januari-Februari 2016. (hns/hns)











































