Nuridin, salah seorang petani bawang merah yang ditemui detikFinance, mengaku belum mengetahui sama sekali ada kredit yang disubsidi pemerintah tersebut.
"Nggak tahu ada kredit murah buat petani. Nggak pernah ada yang kasih tahu, bagaimana caranya dapatnya, syaratnya apa, orang di petani yah mana ngerti," kata Nuridin ditemui di sawahnya, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyuluh mana pernah datang. Tanam bawang sejak kapan tahun nggak pernah ada yang namanya penyuluh," tutur Nuridin.
Petani bawang merah lainnya, Tiswo, juga mengaku belum pernah mendengar ada program KUR dari pemerintah. Selama ini, dirinya malah mengandalkan pinjaman dari Pegadaian untuk tambahan modal saat menanam bawang.
"Kalau pinjam paling Pegadaian buat sementara. Jaminan BPKP, kalau namanya KUR malah baru dengar. Suka nonton televisi tapi nggak pernah lihat. Tahunya kalau pinjam pakainya BPKP. Bunganya berapa katanya ikutin dolar yah," kata Tiswo. (feb/feb)











































