2005, BRI Anggarkan Kredit Infrastruktur Hingga Rp 1 T

2005, BRI Anggarkan Kredit Infrastruktur Hingga Rp 1 T

- detikFinance
Kamis, 17 Mar 2005 13:00 WIB
Jakarta - BRI menganggarkan kredit baru tahun 2005 mencapai Rp 15 triliun, dimana sebesar Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun dialokasikan untuk kredit infrastruktur. Hal tersebut disampaikan Dirut BRI Rudjito disela-sela acara penandatanganan kerjasama penyaluran kredit kendaraan motor kepada WOM Finance di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (17/3/2005)."Kita bukan untuk membiayai yang besar-besar karena fokus kita ke UMKM. Jadi dari total kredit tahun 2005 sebesar Rp 15 triliun, yang ke infrastruktur hanya Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun," kata Rudjito.Menurut Rudjito, hingga tahun 2004, total outstanding kredit BRI sebesar Rp 62 triliun, naik 13 triliun dibandingkan tahun 2003. Dari jumlah kredit yang diberikan, sebesar 90 persen dialokasikan untuk UMKM. Rudjito menegaskan, BRI tetap berkomitmen untuk memberikan kredit UMKM diatas 80 persen. Untuk tahun 2004, Rudjito memastikan laba bersih BRI lebih tinggi dibandingkan tahun 2004. Saat dikonfirmasi apakah angkanya mencapai Rp 3,6 triliun, Rudjito mengakuinya. "Kurang lebih seperti itu. Kita bisa lihat saja pe September sudah mencapai Rp 2,7 triliun dimana per triwulan rata-rata profit sebesar Rp 900 miliar," ungkapnya. Menurut Rudjito, kenaikan laba bersih tahun 2004 terutama dari meningkatnya kredit yang disalurkan BRI seiring aktifnya cabang-cabang memberikan kredit ke nasabah. Tambah Saham di UFJ BRI FinanceLebih lanjut Rudjito menyampaikan, pada tahun ini pihaknya akan menambah kepemilikan saham lebih tinggi 50 persen di perusahaan pembiayaan PT UFJ BRI Finance yang dulu bernama PT Sanwa Finance Company. Saat ini BRI hanya memilii dibawah 50 persen. "Kita sedang bernegosiasi dengan UFJ. Diharapkan terealisir pada tahun ini. Dananya dibawah Rp 100 miliar," kata Rudjito.Ia menambahkan, peningkatan kepemilikan di perusahaan pembiayaan ini merupkan salah satu upaya BRI memperbesar total asetnya. Menurutnya, ada tiga strategi yang dipelajari yakni merger dengan bank, merger dengan perusahaan non financial seperti multifinance dan kelompok sekuritas. Untuk akuisisi dan merger itu menurutnya Rudjito, BRI masih memiliki dana yang cukup. Hal ini karena dari obligasi pemerintah saja BRI masih memiliki Rp 23 triliun. "Tapi untuk tahun ini kita pastikan tidak ada corporate action.Dari obligasi saja kita bisa menjual Rp 23 triliun," tambahnya.Mengenai CAR BRI yang saat ini mencapai 19 persen, menurut Rudjito memungkinkan perseroan untuk melakukan ekspansi kredit tumbuh sebesar 20 persen tiap tahunnya selama 5 tahun. Dalam kondisi itu diperkirakan CAR BRI masih terjaga di level 13 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads