Dolar Amerika Serikat (AS) sekarang bergerak pada level Rp 13.150.
"Sekarang ini rupiah ditutup 13.150 menunjukan ada penguatan dan penguatan itu lebih karena ada dana masuk ke Indonesia cukup besar," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (22/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana dari Januari-Minggu ketiga April kira-kira Rp 71 triliun. Itu lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu kira-kira Rp 50 triliun," imbuhnya.
Penguatan rupiah juga juga ditopang oleh banyaknya perusahaan yang melepaskan valuta asing (valas) ke pasar.
"Di Indonesia kelihatan banyak koorporasi yang melepas dolarnya sehingga terjadi penguatan kita mesti waspada ke depan," kata Agus.
Dalam rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menurunkan asumsi nilai tukar rupiah. Dari 13.900 menguat menjadi 13.400. Agus masih enggan memberikan tanggapan atas hal tersebut.
"Kita belum membicarakan di dalam pertemuan koordinasi lengkap," pungkasnya. (mkl/ang)











































