"Kita harus mewaspadai peningkatan inflasi dari komoditas pangan. Terutama beras, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi," ujar Agus dalam sambutannya di acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi BI 2016, di kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Agus mengatakan, pemicu utama laju inflasi masih berasal dari lonjakan harga bahan pangan. Contohnya, inflasi yang terjadi pada Maret tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi Maret 0,19% lebih tinggi dibandingkan Februari yang deflasi 0,09%. Lebih tinggi dibandingkan historisnya 6 tahun terakhir, pada Maret itu rata-rata 0,05%. Secara tahunan inflasi Maret 4,45% (YoY) atau dari Januari sampai Maret 0,62%. Peningkatan inflasi ini terjadi karena volatile food," tutur Agus.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Lonjakan harga-harga pangan menyumbang inflasi bulan Maret. Lonjakan tertinggi terjadi di harga bawang merah. (hns/ang)











































