Harga Pangan Picu Inflasi, Kontribusi Terbesar dari Bawang Merah

Harga Pangan Picu Inflasi, Kontribusi Terbesar dari Bawang Merah

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 25 Apr 2016 13:03 WIB
Harga Pangan Picu Inflasi, Kontribusi Terbesar dari Bawang Merah
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat komoditas pangan masih menjadi pemicu utama inflasi. Salah satunya adalah bawang merah.

Gubernur BI Agus Martowardojo mencontohkan, kontribusi bawang merah pada laju inflasi Maret tahun ini cukup besar dibandingkan komoditas pangan lainnya.

"Inflasi volatile food pada periode Maret 2016 tercatat 0,75% atau 9,59% year on year. Inflasi ini bersumber dari komoditas bawang merah, seiring meningkatnya intensitas hujan dan berakhirnya musim panen," ujar Agus dalam sambutannya di acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi BI 2016, di kantor Pusat BI, Jakarta, Senin  (25/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, secara bulanan, bobot inflasi bawang merah juga tergolong tinggi dan mendominasi laju inflasi Maret tahun ini yang sebesar 0,19%.

"Bobot komoditas bawang merah termasuk tinggi yaitu 0,66% month to month. Maret, andil inflasi bawang merah sebesar 0,16% dari 0,19% inflasi atau 80% dari inflasi nasional," kata Agus.

Dia menambahkan, selain di Maret tahun ini, sebelumnya pernah terjadi inflasi bawang merah yang cukup tinggi yaitu pada 2013 dan 2015.

"Inflasi bawang merah pada Maret 2016 mencapai 30,86%. Inflasi bawang merah mencapai 79% month to month pada Maret 2013, 60% month to month pada Juli 2013, dan 35,7% pada Desember 2015," tutur Agus.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Lonjakan harga-harga pangan menyumbang inflasi bulan Maret. Lonjakan tertinggi terjadi di harga bawang merah. (hns/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads