Agus Marto: Bawang Putih RI 90% Impor, Padahal Bisa Produksi Dalam Negeri

Agus Marto: Bawang Putih RI 90% Impor, Padahal Bisa Produksi Dalam Negeri

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 25 Apr 2016 13:40 WIB
Agus Marto: Bawang Putih RI 90% Impor, Padahal Bisa Produksi Dalam Negeri
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, sebenarnya Indonesia tak perlu mengimpor bawang putih. Sebagai contoh, Agus merujuk pada proyek kerja sama antara BI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memproduksi benih bawang putih yang mampu menghasilkan 22 ton per hektar bawang putih.

Proyek benih bawang putih ini berlangsung di Tegal, Jawa Tengah, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan akademisi.

"Pak Ganjar (Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah) terima kasih selalu memberi inspirasi dan motivasi sehingga riset dilakukan dan kita dibuka matanya bahwa bawang putih bisa dihasilkan di Indonesia, tidak selalu impor. Selama ini 90% impor," kata Agus dalam acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi BI 2016, di kantor Pusat BI, Jakarta, SeninΒ  (25/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, proyek kerja sama itu merupakan contoh konkret bahwa bawang putih bisa diproduksi di dalam negeri. Selain itu, jika produksi bawang putih bisa ditingkatkan maka akan menekan ketergantungan terhadap impor.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut untuk komponen bawang, hanya jenisΒ bawang putih yang diimpor. Tercatat pada Maret 2016, impor bawang putih mencapai 21.858 ton atau senilai US$ 18,6 juta.

Untuk akumulasi Januari-Maret 2016, impornya sebesar 98.414 ton dengan nilai US$ 74,8 juta. Sedangkan negara asal pemasok bawang putih ke dalam negeri adalah China.

Selain itu, Agus menambahkan, BI juga bekerja sama dengan Pemda Brebes membangun pusat pelatihan penanaman dan pengembangan bawang merah.

"BI bersama Pemda Brebes membangun training center bawang merah yang membuka kesempatan bagi pemangku kepentingan mempelajari produksi dengan teknologi terkini. Industri mulai panen dan pasca panen," terang Agus. (hns/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads