Bank Danamon Siap Turunkan Bunga Kredit Komersial Jadi Single Digit

Bank Danamon Siap Turunkan Bunga Kredit Komersial Jadi Single Digit

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2016 19:04 WIB
Bank Danamon Siap Turunkan Bunga Kredit Komersial Jadi Single Digit
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) akan menurunkan bunga kredit korporasi dan komersial jadi di bawah 10% (single digit) tahun ini. Bunga kredit yang sudah single digit adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Chief Financial Officer Danamon, Vera Eve Lim, menyatakan akan mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam efisiensi perbankan dalam negeri. Saat ini ruang efisiensi Bank Danamon masih terbuka lebar.

"Tentu ada rencana bagaiman agar bisa dengan (bunga) single digit untuk segmen korporasi dan komersial, dan malah produk tertentu seperti KPR bunga di bawah 10% di awal bulan Maret. Kami Danamaon dukung bunga bisa single digit," katanya di Menara Bank Danamon Kuningan, Selasa (26/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kredit bank swasta itu di kuartal I-2016, kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah tumbuh 4% menjadi Rp 23 triliun dari setahun sebelumnya Rp 22,2 triliun.

Kredit untuk segmen perbankan korporasi tumbuh 6% menjadi Rp 17,4 triliun, sementara kredit untuk segmen perbankan komersial turun 3% menjadi Rp 15,4 triliun. Kredit syariah tumbuh 17% menjadi Rp 2,9 triliun.

Kredit usaha mikro melalui Bank Danamon Simpan Pinjam berada pada Rp 13,3 triliun atau turun 27% dari Rp 18.2 triliun di kuartal I-2015

Pada kesempatan yang sama, Vera juga menanggapi rencana pengampunan pajak alias tax amnesty yang akan diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya, rencana tersebut akan memberi tambahan likuiditas bagi perbankan dalam negeri.

"Kita sangat sambut baik, Kalau pendanaan meningkat, likuiditas pasti semakin baik. Kalau funding meningkat, bank bisa akan menyalurkan kredit lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, yang jadi masalah di perbankan Indonesia saat ini adalah penyaluran kredit besar tapi tidak diimbangi dengan dana pihak ketiga (DPK). Pendanaan hanya tumbuh 7% di 2015, sementara kredit 10%.

"Saya pikir lebih bagus kalau likuiditas naik. Kalau ada tax amnesty kita akan tertantang menawarkan banyak produk pastinya. Terutama produk investasi," ujarnya. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads