BI Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil Meski Dana Asing Keluar dari RI

BI Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil Meski Dana Asing Keluar dari RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2016 19:17 WIB
BI Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil Meski Dana Asing Keluar dari RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menjaga nilai tukar rupiah supaya tetap stabil, meskipun dana asing yang mengalir ke pasar keuangan Indonesia tiba-tiba keluar. Menurut catatan BI, dana asing yang masuk hingga pekan ketiga April 2016 mencapai Rp 71 triliun.

Kondisi inilah yang membuat nilai tukar rupiah berada dalam tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.

"Prinsipnya kita akan kelola semua. Kita akan kelola dengan baik sehingga nilai tukarnya relatif stabil," terang Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung saat jumpa pers di kantornya Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besarnya aliran modal asing (capital inflow) yang masuk ke dalam negeri membuat nilai tukar rupiah relatif stabil. BI terus berupaya untuk menanggulangi potensi dinamika nilai tukar rupiah yang sewaktu-waktu dapat berubah drastis.

"Kalau kita lihat volatilitas di bulan Maret sampai April sangat rendah sekitar 5,6% dibandingkan sebelumnya sekitar 10% hingga 11%. Ini kita kelola dengan baik inflow yang masuk, jangan menimbulkan volatilitas yang berlebihan dan depresiasi yang berlebihan," ujar Juda.

Menanggapi rencana tax amnesty yang akan diterapkan pemerintah tahun ini, BI menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai instrumen sistem keuangan guna mengantisipasi derasnya dana yang akan masuk pasca penerapan tax amnesty.

"Pada intinya kalau masuk kita harus siapkan dengan berbagai instrumen penempatannya. Kaya obligasi untuk infrastruktur kemarin sudah disampaikan Gubernur Bank Indonesia," tutur Juda.

Selain itu, potensi datangnya dana repatriasi dari tax amnesty dalam jumlah banyak juga akan ditempatkan dalam pembiayaan jangka panjang.

"Kedua bagaimana peluang repatriasi dimanfaatkan di pasar keuangan termasuk pembiayaan jangka panjang," imbuh Juda. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads