ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Apr 2016 07:15 WIB

AXA Financial Kembangkan Produk Risiko Penyakit Kritis

Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Perusahaan asuransi AXA Financial Indonesia menggelar kampanye kesehatan di delapan kota besar di tanah air, sepanjang April hingga Juni 2016. Kampanye memperkenalkan produk asuransi tambahan yang memberikan perlindungan terhadap 120 kondisi kritis.

Menurut Direktur Operasional AXA Financial Indonesia, Faustinus Wirasadi, dalam Kampanye Kesehatan 2016 itu, produk asuransi tambahan ini memberikan perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari tahap awal hingga akhir, yakni Maestro Complete CI Cover dan perlindungan terhadap 34 Penyakit Kritis Anak lewat produk Maestro Juvenile CI.

Dua produk ini merupakan proteksi tambahan untuk produk Maestro Link Plus. Menurut Faustinus, dua produk itu hadir seiring adanya kesadaran atas meningkatnya risiko penyakit kritis yang dapat terjadi pada masyarakat, termasuk penyakit kritis yang dapat muncul pada Anak. "Perlindungan kondisi kritis ini sesuai komitmen AXA untuk menyediakan solusi perlindungan kesehatan bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/4/2016).
 
Dia mengungkapkan, perlindungan penyakit kritis merupakan kebutuhan yang terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, penyakit kritis akan menjadi penyebab tiga perempat kematian di seluruh dunia di tahun 2020. Sebanyak 71% karena penyakit jantung, 75% karena stroke, dan 70% karena diabetes akan menjadi penyebab kematian di negara berkembang.

Pada 2012 lalu WHO mencatat, penyakit jantung iskemik berada di posisi teratas penyebab kematian di dunia yakni sebanyak 7,4 juta orang. Lalu diikuti stroke di posisi kedua dengan 6,7 juta kematian, lalu penyakit paru-paru kronik di posisi ketiga dengan 3,1 juta.

Posisi keempat ada infeksi salurah pernapasan bawah sebesar 3,1 juta, diikuti kanker sebesar 1,5 juta, HIV/AIDS sebesar 1,5 juta, diare 1,5 juta, kecelakaan di jalan 1,3 juta, dan hipertensi sebesar 1,1 juta kematian.

Faustinus menjelaskan, lewat produk itu, AXA memberi perlindungan terhadap penyakit dan kondisi kritis dari tahap diagnosa awal hingga tahap akhir ini dapat melindungi nasabah hingga usia 85 tahun. Proteksi itu mencakup 55 penyakit kritis tahap awal dan 56 kondisi kritis tahap akhir, serta manfaat tambahan untuk 9 kondisi kritis seperti angioplasty, komplikasi diabetes, dan kondisi kritis katastropik.

"Pembayaran manfaat Maestro Complete CI Cover dapat dibayarkan sampai 250% dari uang pertanggungan penyakit kritis," katanya.

Sedangkan untuk Maestro Juvenile CI Cover memberikan perlindungan terhadap 34 Penyakit kritis yang mungkin terjadi terhadap anak, sejak 15 hari kehidupannya hingga usia 18 tahun. Menurut dia, pembayaran manfaat kedua asuransi tambahan itu tidak mengurangi uang pertanggungan pada produk dasar asuransi Maestro Link Plus.

Direktur Keuangan AXA Financial Indonesia Charlie Limboro menambahkan,  pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dilatarbelakangi terus meningkatnya biaya perawatan di Indonesia. Berdasarkan survei tren kesehatan yang dikeluarkan Towers-Watson Global Medical pada 2014 lalu tercatat, laju peningkatan biaya pengobatan di Indonesia meningkat 11-15% per tahun. Tren peningkatannya jauh lebih tinggi dari inflasi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata inflasi Indonesia sekitar 4-5% per tahun. Sedangkan pengobatan untuk penyakit kritis dapat mencapai biaya hingga ratusan juta, dan banyak kali terjadi sebagian biayanya dibayar secara langsung oleh masyarakat dari kantong sendiri atau sekitar 70% dari populasi. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com