Kendati demikian, menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan, angka pertumbuhan tersebut masih jauh dari yang dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
"Untuk negara sebesar Indonesia, pertumbuhan 5% itu tidak cukup. Karena tambahan tenaga kerja sangat besar, jumlah penduduk kita ini besar sekali. Maka semua harus dibawa ke level yang lebih tinggi," jelas Muliaman dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2016, di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (28/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu untuk sama-sama mengawal stabilitas dan mendorong pertumbuhan melalui reformasi struktural ini perlu terus diagendakan dan didiskusikan, karena ini tidak mudah dan sederhana. Sinergi koordinasi, kolaborsi serta kepemimpinan dalam proses jadi satu hal fundamental," ujar Muliaman.
"Di sisi lain ada kebutuhan penting yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya kira ini tidak bisa ditunda. Makanya mewujudkann reformasi struktural. Tanpa itu, sulit mencapai tingkat pertumbuhan lebih tinggi," tambahnya. (ang/ang)











































