Gubernur BI: Semua Negara Kecewa Atas Perlambatan Ekonomi Dunia

Gubernur BI: Semua Negara Kecewa Atas Perlambatan Ekonomi Dunia

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2016 11:03 WIB
Gubernur BI: Semua Negara Kecewa Atas Perlambatan Ekonomi Dunia
Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Jakarta - Semua negara kecewa terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang masih berada dalam tren perlambatan. Pada 2016, pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksi hanya akan mencapai 3,2% dalam laporan International Monetary Fund (IMF).

Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam acara peluncuran buku perekonomian 2015 di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

"Kami baru pulang dari agenda pertemuan G20 dan IMF di Amerika Serikat (AS). Dalam forum tersebut, semua negara kecewa karena pertumbuhan dunia lebih lemah dari yang diperkirakan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi tantangan yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia. Semua pihak harus menyiapkan antisipasi agar tidak ikut terjebak dalam kondisi perlambatan.

"Ada kemungkinan berlanjutnya pemulihan ekonomi global yang sekarang masih lemah dan tidak berimbang," tegas Agus.

Persoalan eksternal lainnya adalah perlambatan ekonomi China dan implikasi kebijakan yang ditimbulkan terhadap kondisi pasar keuangan dunia. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, bahwa adanya pelemahan mata uang China, yuan untuk mendongkrak perekonomian.

"Masih melambatnya ekonomi Tiongkok dan kebijakan yang ditimbulkan berpengaruh terhadap kondisi pasar keuangan dunia," jelasnya.

Di samping itu adalah merosotnya harga komoditas. Banyak perusahaan negara maju yang tertekan akibat persoalan tersebut. Indonesia yang juga sebagai pengekspor komoditas juga terpengaruh cukup signifikan.

"Merosotnya harga komoditas merupakan risiko besar yang perlu dimitigasi," kata Agus. (mkl/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads