Hal ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam acara peluncuran buku perekonomian 2015 di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
"Kami baru pulang dari agenda pertemuan G20 dan IMF di Amerika Serikat (AS). Dalam forum tersebut, semua negara kecewa karena pertumbuhan dunia lebih lemah dari yang diperkirakan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan berlanjutnya pemulihan ekonomi global yang sekarang masih lemah dan tidak berimbang," tegas Agus.
Persoalan eksternal lainnya adalah perlambatan ekonomi China dan implikasi kebijakan yang ditimbulkan terhadap kondisi pasar keuangan dunia. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, bahwa adanya pelemahan mata uang China, yuan untuk mendongkrak perekonomian.
"Masih melambatnya ekonomi Tiongkok dan kebijakan yang ditimbulkan berpengaruh terhadap kondisi pasar keuangan dunia," jelasnya.
Di samping itu adalah merosotnya harga komoditas. Banyak perusahaan negara maju yang tertekan akibat persoalan tersebut. Indonesia yang juga sebagai pengekspor komoditas juga terpengaruh cukup signifikan.
"Merosotnya harga komoditas merupakan risiko besar yang perlu dimitigasi," kata Agus. (mkl/feb)











































