"Pengalaman kita dalam beberapa tahun terakhir, kita dihadapkan persoalan yang relatif sama. Yakni ketika sentimen berubah di global, terjadi outflow, dan tekanan nilai rupiah," kata Muliaman di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
"Kita beruntung kemarin fund rate tidak berubah. Kalau berubah akan memengaruhi sentimen. Portfolio akan berubah perilakunya dan menekan rupiah. Sehingga tentu saja karena kejadian serupa berulang beberapa kali dalam beberapa tahun," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu keperluan reformasi struktural perlu terus diupayakan. Pasar keuangan kita masih sangat dangkal dengan size masih sangat kecil. Kalau ada sentimen kurang menguntungkan dampaknya akan sangat terasa. Karena itu kita harus mulai membangun iklim yang tidak hanya bisa mengundang masuk portofolio, tapi juga penanaman modal langsung agar sentimen terjadi kita tidak terlalu terdampak," tutupnya. (ang/ang)











































