BPJS Ketenagakerjaan Bidik 22 Juta Peserta di 2016

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 22 Juta Peserta di 2016

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 29 Apr 2016 10:22 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Bidik 22 Juta Peserta di 2016
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat ada 19 juta tenaga kerja yang telah terdaftar dalam empat program di BPJS Ketenagakerjaan. Keempat program tersebut antara lain, jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 122 juta, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan ada tambahan 3 juta tenaga kerja dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita target sampai akhir tahun ini sekitar 22,1 juta," terang Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat acara BUMN Markeeters Club di Gedung Jamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan melakukan berbagai sosialisasi dan kerja sama dengan banyak pihak agar target 22 juta tenaga kerja bisa tercapai tahun ini.

"Pertama adalah kita terus melakukan sosialisasi, kita terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk kota optimalkan kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait," ujar Agus.

Badan penyelenggara negara ini juga akan mempermudah prosedur pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang.

"Selain kita melakukan marketing secara aktif, tapi juga kita permudah kanal-kanal untuk pendaftaran. Pendaftarannya kita permudah untuk kantor-kantor cabang kita dan juga kita optimalkan kanal elektronik yang bisa dibuka dari website," tutur Agus.

Sinergi dengan pihak perbankan juga telah dilakukan BOJS Ketenagakerjaan untuk memudahkan proses pembayaran iuran setiap bulannya.

"Kemudian juga kita kerja sama dengan berbagai pihak terutama dengan perbankan untuk membuka pelayanan Service Payment Office (SPO)," imbuh Agus.

Badan Ketenagakerjaan mencatat ada 122 juta angkatan kerja di Indonesia. Dari 122 juta angkatan kerja, 71% di antaranya adalah pekerja yang bekerja di sektor informal yang umumnya bekerja di segala jenis pekerjaan tanpa adanya perlindungan negara dan tidak dikenakan pajak.

"Kalau kita bedakan dari sektor formal dan informal, yang informal ada 71% ada 80 jutaan," ungkap Agus.

Sedangkan, tenaga kerja dari sektor formal di Indonesia tercatat sekitar 40 juta angkatan kerja. Sedangkan dari total 122 juta angkatan kerja yang ada, hampir separuhnya merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD).

"Kemudian yang formal tadi angkanya ada 40 juta. Kalau kita lihat tingkat pendidikannya yang lulus SD atau yang tidak lulus SD ada 51 juta," ujar Agus.

Dirinya mengungkapkan bahwa dari 122 juta angkatan kerja yang produktif di Indonesia, baru 19 juta tenaga kerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya pun berharap jumlah angkatan kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dapat bertambah.

"Kita ada 19 juta total yang sudah terdaftar, kalau total tenaga kerja di Indonesia ada 122 juta," imbuh Agus.


(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads