SBI Diprediksi Capai 7,7 Persen

Semester I 2005

SBI Diprediksi Capai 7,7 Persen

- detikFinance
Jumat, 18 Mar 2005 11:49 WIB
Jakarta - Akibat naiknya inflasi yang dipicu kenaikan harga BBM, maka diperkirakan pada semester I tahun 2005 suku bunga SBI 1 bulan diperkirakan naik menjadi 7,7 persen. Tercatat pada lelang terakhir, SBI masih dikisaran 7,44 persen. Demikian disampaikan oleh vice president Standard Chartered Fauzi Ichsan saat menyampaikan Indonesia Economic Outlook 2005 di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (18/3/2005).Menurut Fauzi, selain dipicu kenaikan inflasi, kenaikan SBI ke level 7,7 persen juga dipicu oleh naiknya suku bunga dolar AS dan labilnya nilai tukar Rupiah. Sementara untuk semester II 2005, suku bunga SBI 1 bulan diperkirakan turun ke level 7,5 persen karena dampak kenaikan harga BBM kemungkinan hanya sesaat dimana tingkat inflasi juga akan kembali turun. Selain itu juga disebabkan mulai menguatnya nilai tukar Rupiah juga akan menguat dan masih berlebihannya likuiditas sektor perbankan. "Selama Rupiah tidak melemah ke level Rp 10.000 per dolar AS, BI diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga SBI secara tajam," kat Fauzi. Sementara mengenai imbal balik surat utang negara (SUN) jangka waktu 5 tahun diperkirakan akan turun dari 10,1 persen pada akhir tahun 2004 menjadi 9 persen pada akhir 2005. Mengenai indikator ekonomi makro, Fauzi memperkirakan pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen, tingkat inflasi 6,8 persen, nilai tukar Rp 8.700 per dolar AS, SBI 1 bulan 7,5 persen, imbal balik SUN 5 tahun 9 persen, surplus neraca perdagangan US$ 20,6 miliar, surplus neraca transaksi berjalan US$ 4,2 miliar, cadangan devisa US$ 37,5 miliar dan IHSG 1.250. Pada tahun 2006 diprediksi pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, inflasi 5,5 persen, nilai tukar Rp 8.500 per dolar AS, SBI 1 bulan 7 persen, imbal balik SUN 5 tahun 8,5 persen, surplus neraca perdagangan US$ 19,5 miliar, surplus neraca transaksi berjalan US$ 3,4 miliar dan cadangan devisa US$ 39,4 miliar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads