Beberapa bank sentral tersebut menetapkan besaran suku bunga negatif hingga -1%. Bank sentral tersebut terdiri dari 4 bank sentral di Eropa dan 1 bank sentral Jepang.
"5 bank yang telah menerapkan suku bunga negatif, yaitu Swiss National Bank -0,75%, European Central Bank -0,3%, Danmarks Nationalbank -0,65%, Sveriges Riksbank -1,1%, Bank of Japan -0,1%," jelas Economist PT Bank Permata Josua Pardede saat acara Wealth Wisdom di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi global tidak sebaik periode sebelumnya. Kondisi semuanya trennya melambat," ujar Josua.
Akibatnya, International Monetary Fund (IMF) menurunkan besaran target pertumbuhan ekonomi global dari 3,4% menjadi 3,2%. Target tersebut meningkat 0,01% dari tahun 2015.
"Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan 3,2% sebelumnya 3,1%. IMF memproyeksikan 3,4% tapi karena belum begitu bagus, IMF merevisi dari 3,4% menjadi 3,2%," terang Josua.
IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tumbuh 4,9% setelah sebelumnya diperkirakan dapat tumbuh 5,1%.
"IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,9% masih rendah dari target pemerintah 5,3%. Ini juga direvisi dari 5,1% jadi 4,9%," imbuh Josua.
Belum membaiknya pertumbuhan ekonomi global membuat gejolak di pasar keuangan terus terjadi.
"Ini yang membuat volatilitas currency di forex market akan terus bergejolak," tutup Josua. (drk/drk)











































