Bl dan IDB Tingkatkan Kualitas SDM Ekonomi Syariah

Bl dan IDB Tingkatkan Kualitas SDM Ekonomi Syariah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 10:54 WIB
Bl dan IDB Tingkatkan Kualitas SDM Ekonomi Syariah
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah yang pesat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi dan terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Masih timpangnya permintaan dan penawaran SDM merupakan tantangan yang harus dihadapi semua pihak terkait, tidak saja dari kalangan akademisi dan praktisi, namun juga dari reguiator dan iembaga multilateral.

Sebagai perwujudan komitmen untuk proaktif mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan islam di Indonesia, Bank indonesia bekerja sama dengan islamic Research and Training institute -IsIamic Development Bank (iRTl -iDB) menyelenggarakan Seminar "Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Capital Development)" pada 13 Mei 20i6 di Jakarta.

Seminar yang mengangkat tema 'Mencetak Sumber Daya Manusia yang Kompetitif bagi Pemberdayaan Ekonomi (Producing Competitive Human Capital for Economic Empowerment)' tersebut menghadirkan Deputi Gubernur Bank indonesia, Hendar sebagai keynote speaker. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Pertemuan Tahunan ke-4I IDB Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Hendar menyampaikan 3 hal yang perlu diadopsi dalam pengembangan SDM syariah.

"Pertama adalah 'link and match'. Pengajaran ekonomi syariah harus dapat menyediakan materi pengajaran yang relevan dengan tantangan terkini, agar siap bersaing dan dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kedua, program pengembangan berbasis teknologi. Saat ini adalah era teknologi digitai. Di bidang teknologi keuangan, banyak startup yang menyediakan jasa keuangan dengan biaya yang lebih murah dan persyaratan yang lebih mudah. Sebagian startup juga mulai menggunakan keuangan syariah sebagai model bisnisnya. menurut hemat Saya, iuiusan ekonomi syariah perlu menguasai pengetahuan di bidang teknologi di level tertentu mengingat industri keuangan saat ini menggunakan teknologi secara masif," papar Hendar dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2016).

"Terakhir adalah menetapkan platform yang kokoh untuk kerja sama antar institusi pendidikan baik secara global maupun domestik,, Dengan dukungan teknologi, kerja sama antara pihak yang berbeda dapat dilakukan dengan lebih mudah " pungkasnya.

Tujuan penyeienggaraan seminar ini adaiah untuk mendiskusikan tantangan SDM syariah terkini di negara-negara berkembang terkait pemberdayaan ekonomi. Selain itu, dari diskusi ini akan diperoleh solusi terbaik dalam menghasilkan SDM yang kompetitif di tingkat nasionai dan giobai bagi negara-negara berkembang.

Topik yang dibahas meliputi berbagai hai. Pertama, kebutuhan adanya roadmap tentang SDM yang kompetitif. Kedua, intervensi dan kontribusi lDB dalam membangun SDM yang kompetitif di pendidikan tinggi nasional dan islam. Ketiga, Beasiswa iDB dan kontribusinya untuk pengembangan SDM di indonesia.

Terakhir, strategi untuk mendorong pengembangan SDM di industri keuangan syariah. Kegiatan ini diikuti oleh ketangan akademisi, praktisi, pesantren, regulator, Badan Amil Zakat Nasionai (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), delegasi dari beberapa negara anggota IDB, kementerian terkait, serta tembaga multilateral seperti United Nations Development Programme (UNDP) dan IDB.

Seminar ini diharapkan dapat mencapai beberapa hal. Pertama, menjadi kegiatan tahunan yang menyediakan forum untuk merangsang diskusi tentang daya saing SDM. Kedua, memberikan akses informasi khusus kepada peserta sembari mendorong diskusi mendalam tentang berbagai isu SDM, termasuk peran pendidikan tinggi nasional dan islam serta industri keuangan syariah. Ketiga, pengumpulan dan penyebarluasan bukti nyata yang terpercaya tentang kebijakan penting di bidang pengembangan SDM. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads