Warga Perbatasan RI: Pakai Ringgit Uangnya Tidak Lusuh

Warga Perbatasan RI: Pakai Ringgit Uangnya Tidak Lusuh

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 13:12 WIB
Warga Perbatasan RI: Pakai Ringgit Uangnya Tidak Lusuh
Foto: Muhammad Idris
Sambas - Meski masuk wilayah Indonesia, banyak masyarakat di perbatasan yang menggunakan mata uang negara tetangga, ringgit Malaysia. Penggunaan mata uang ringgit banyak dilakukan di kawasan sepanjang perbatasan seperti Entikong, Badau, Aruk, hingga Nunukan.

Salah seorang warga Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang ditemui detikFinance mengatakan, selain lebih praktis karena lebih banyak banyak kebutuhan pokok berasal dari Malaysia, dia menyukai ringgit mata uang tersebut juga lebih awet, tak lusuh, dan tidak mudah basah.

"Saya suka pakai juga karena bentuknya nggak mudah sobek dan basah. Kemudian nggak lusuh, bersih. Kalau hujan nggak gampang basah," katanya ditemui di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Jumat (13/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Ricky, warga perbatasan di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas mengungkapkan alasan hampir setengah transaksinya menggunakan ringgit. Sebab, banyak orang Indonesia yang harus menyebrang ke Malaysia, baik untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok, maupun bekerja di Sarawak.

"Kan karena banyak orang bekerja di sana, kebanyakan kerja di kebun sawit. Gaji diberinya ringgit. Ringgit uangnya memang lebih bersih, tapi kalau saya karena banyak belanja belanja kalau menyebrang ke Biawak (Sarawak)," tuturnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads