Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, sejak awal tahun dana asing yang masuk ke dalam negeri sangat besar. Sehingga mampu mendorong rupiah menguat cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Akan tetapi ada beberapa hal yang bisa mendorong dana itu kembali keluar. Dari sisi global, misalnya dari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI bersama pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memastikan ekonomi Indonesia dalam keadaan terkendali. Terutama terhadap indikator ekonomi makro.
"Kemajuan indikator ekonomi Indonesia dengan inflasi dan CAD terkendali dan kepastian ekonomi stabil kami lihat ini bsia dikendalikan dengan baik," jelas Agus.
Ketua DK OJK Muliaman D Haddad menambahkan dari dalam negeri, perekonomian harus didorong lebih cepat. Terlihat pada pertumbuhan kredit perbankan, di mana kuartal I - 2016 hanya tumbuh 13%.
"Turunnya kredit di kuartal I memang masih rendah. Pola seperti ini setiap tahun. Kami yakin akan ada recovery sesuai dengan ekonomi yang naik tahun ini tentunya akan meminta tambahan kredit yang lebih besar di kuartal IV," papar Muliaman. (mkl/ang)











































