Kepala Departemen Learning and Assesment OJK Institute, Toto Zuryanto, mengatakan pelatihan ini akan diadakan tiap tahun dimulai tahun ini. OJK sudah menawarkan pelatihan ini kepada lembaga dan asosiasi di sektor kuangan dalam negeri.
"OJK harus concern dalam menjaga agar SDM di masing-masing lembaga siap memilki daya kompetensi yang kuat sekaligus bersaing menghadapi persaingan internasional. Tujuan kita agar OJK tetap adaptif dan memiliki daya kompetitif yang tinggi," katanya di kantor OJK, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"OJK Institute melakukan kerja sama, dan pada Juli dan Agustus, leadership Indonesia-Australia, dengan mengikuti pendidikan di Melbourne dan Jakarta," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto, menambahkan OJK harus menjaga sektor keuangan tetap baik dan efisien.
"Tapi tidak cukup itu saja. Tapi juga sektor jasa keuangan bisa mendukung aktifitas dalam rangka pembangunan nasional, dan bagaimana melindungi masyarakat dan konsumen, dan bersama dengan otoritas yang lain yaitu menjaga sistem keuangan," kata Rahmat.
Ia mengatakan, di dalam UU OJK, pendanaan OJK salah satunya dari pungutan. Industri yang dipungut akan menuntut OJK mengenai apa yang bisa diberikan kembali dari OJK.
"Nah OJK mempunyai suatu konsep namanya recycling. Kita menerima pungutan dari industri, kemudian kita kembalikan sesuatu pada industri dalam bentuk misalnya pengaturan yang lebih baik, pengawasan yang lebih baik, pengembangan industri yang lebih baik, termasuk pengembangan SDM di sektor jasa keuangan yang lebih baik," tambah Rahmat. (ang/ang)











































