"Untuk tahun ini, target penerbitan maksimal adalah Rp 5 triliun. Sedangkan untuk tahun depan dan tahun 2018, kami akan melihat kebutuhan dan kondisi pasar. Namun targetnya tetap Rp 14 triliun hingga 2018," ungkap Direktur Bank Mandiri Pahala N Mansury, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Ada pun tujuan dari penerbitan obligasi tersebut adalah untuk menjaga likuiditas agar tetap sehat untuk dapat mengembangkan bisnis perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Maret 2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp 574,7 triliun atau meningkat 7,9% dibandingkan penyaluran kredit periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 532,8 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, besaran penyaluran kredit tersebut disumbang paling besar ke sektor produktif yang porsinya mencapai 85,7% dari total penyaluran kredit yang berhasil direalisasikan.
Ada pun total penyaluran kredit ke sektor ini tercatat mencapai Rp 440 triliun atau tumbuh 6,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 412,9 triliun.
Total penyaluran kredit ke sektor infrastruktur mencapai Rp 43,7 triliun dengan rincian kredit proyek jalan tol Rp 5,7 triliun danΒ proyek tenaga listrik mencapai Rp 11,5 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit ke proyek transportasi mencapai Rp 17 triliun dan proyek telekomunikasi Rp 9,5 triliun.
Sektor lain yang menyumbang penyaluran kredit adalah penyaluran di sektor Kredit Modal Kerja (KMK) mencapai Rp 276,6 triliun dan kredit investasi mencapai Rp 153,8 triliun.
Sementara kredit UMKM meningkat dari Rp 72,4 triliun menjadi Rp 74,6 triliun. Kemudian untuk kredit mikro tumbuh 59,1% dari Rp 8,9 triliun menjadi Rp 14,2 triliun. (dna/drk)











































