Banyak Orang Tutup Kartu Kredit Karena Diintip Pajak

Banyak Orang Tutup Kartu Kredit Karena Diintip Pajak

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2016 16:35 WIB
Banyak Orang Tutup Kartu Kredit Karena Diintip Pajak
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sejak akhir Maret 2016 lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewajibkan perbankan atau penerbit kartu kredit lainnya untuk melaporkan setiap data transaksi kepada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Banyak orang menutup kartu kreditnya.

Senior General Manager Head of Consumer Card PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso, mengatakan sejak aturan baru tadi keluar, jumlah penutupan kartu kredit meningkat tiga kali lipat.

"Di bulan April ini grafiknya (penutupan kartu kredit) naik jadi 3 kali. Kita survei kenapa. Ada yang bilang, ah sudahlah aku nggak mau pakai kartu kredit lagi takut dipantau oleh pajak," jelas Santoso di Menara BCA, Thamrin, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk angka pasti penutupan kartu kredit di BCA, Santoso tidak memegang datanya. Namun yang pasti ada peningkatan 3 kali lipat sepanjang April 2016.

Dia berharap, di bulan ini, jumlah penutupan kartu kredit tidak bertambah. Menurut manajemen BCA, penutupan kartu kredit ini hanya aksi reaktif dari masyarakat saja.

"Karena ada nasabah yang tidak taat pajak dia takut. Ada juga yang taat pajak sebenarnya, tapi dia tetap takut. Takutnya nanti diutak atik," kata Santoso. (wdl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads