Sampai dengan April 2016, progres pembangunan Pabrik Baturaja II telah mencapai 24,3% dan dijadwalkan beroperasi penuh pada akhir semester satu tahun 2017. Dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II, total kapasitas produksi Semen Baturaja akan menjadi 3,75 juta ton semen per tahun. Semen Baturaja memperkirakan kebutuhan pendanaan pabrik tersebut sebesar Rp 3,3 triliun.
BNI juga memberikan dukungan berupa kredit modal kerja kepada Semen Baturaja maksimal senilai Rp 100 miliar sebagai bentuk sinergi antar BUMN dalam menjaga rantai produksi semen Baturaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi dan Perjanjian Kredit Modal Kerja ini dilaksanakan di Jakarta, Jumat (20/5/2016). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Mochamad Adil, dan Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta.
Herry Sidharta mengatakan, dengan Total Financial Solution Business Model, BNI melihat nasabah bukan hanya dari kebutuhan keuangan saat ini saja, melainkan melihat ke kebutuhan ke depan secara strategis. Dengan demikian, BNI memberikan solusi yang terintegrasi kepada seluruh kegiatan operasional Semen Baturaja dalam pengelolaan keuangan perusahaan secara efektif, efisien, dan terintegrasi.
"Selain bekerja sama dengan Semen Baturaja, BNI juga menjalin kerja sama dengan Mitra Korporat Semen Baturaja dalam bentuk pemberian fasilitas kredit kepada Supplier dan Distributor Semen Baturaja atau yang dikenal dengan istilah Supply Chain Financing (SCF)," ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (22/5/2016).
Melalui kerja sama penyaluran kredit ini, Herry meyakini, BNI dan Semen Baturaja akan dapat mengembangkan potensi bisnis yang lebih besar. Melalui sinergi ini akan menghasilkan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Semen Baturaja merupakan salah satu nasabah potensial BNI sejak tahun 2006. (drk/drk)










































