OJK Atur Efisiensi Perbankan, NIM Malah Naik

OJK Atur Efisiensi Perbankan, NIM Malah Naik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 23 Mei 2016 15:14 WIB
OJK Atur Efisiensi Perbankan, NIM Malah Naik
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan insentif kepada perbankan yang mau melakukan efisiensi melalui penurunan Net Interest Margin (NIM). Namun, aturan tersebut ternyata tak lantas membuat bank-bank menurunkan tingkat marginnya. Malah, di kuartal I-2016, margin perbankan meningkat.

Rata-rata NIM perbankan nasional sebesar 5,5% per Maret 2016, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,3%.

"Kan baru keluar (aturan efisiensi perbankan). Jadi gini, kelihatannya NIM Perbankan itu sedikit meningkat," ujar Kepala Eksekutif Perbankan OJK Nelson Tampubolon, di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (23/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penyesuaian margin perbankan tidak langsung terjadi secara signifikan, butuh proses untuk bisa merealisasikannya.

"Kalau waktu saya mengeluarkan capping suku bunga akhir Februari, itu kan umumnya jangka waktu kredit kan lebih panjang dari jangka waktu DPK (Dana Pihak Ketiga). Deposito ada yang sebulan, 3 bulan. Kalau kredit kan ada yang sampai 2 tahun, 3 tahun. Jatuh temponya kredit itu lebih lambat dari DPK. Sehingga penyesuaian suku bunga DPK lebih cepat. Artinya suku bunga kredit masih yang lama, tapi DPK sudah di-adjust. Tapi pada waktunya akan turun," jelas dia.

Penguatan IT Perbankan

Di samping itu, OJK juga meminta kepada perbankan untuk bisa memperkuat jaringan sistem Informasi Teknologi (IT) agar keamanan tetap terjamin.

"Kalau IT serahkan ke ahlinya lah. Pasti mereka sudah punya standar soal keamanannya," ucap dia.

"Kalau kaitannya untuk IT nya sendiri, rasanya kita hanya minta bahwa security dari IT nya itu ngerti sebelum implementasi. Bank kan selalu gitu, itu pemeriksa kita kan akan selalu melakukan pemeriksaan dulu," jelas dia.

Sejauh ini, kata Nelson, belum ada kekhawatiran soal keamanan sistem IT perbankan.

"Belum (ada kekhawatiran). Ya kalau misalnya ada gangguan-gangguan kecil kepada IT perbankan, saya rasa bukan hanya kita lah yang menghadapi itu. Hampir seluruh dunia mengalami itu," kata Nelson. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads