Rini: Masih Banyak BUMN Bergantung Utang Bank

Rini: Masih Banyak BUMN Bergantung Utang Bank

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2016 12:36 WIB
Rini: Masih Banyak BUMN Bergantung Utang Bank
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak mau perusahaan pelat merah terus bergantung kepada utang perbankan. Harapannya BUMN bisa memanfaatkan instrumen keuangan lain yang tersedia.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 1,5 tahun dengan pemerintahan baru, mau tidak mau sangat ditopang oleh pembangunan infrastruktur. Dan didalamnya cukup besar fungsi BUMN.

"Kelemahannya kita masih bergantung pada pembiayaan perbankan," kata Rini, dalam pidatonya di acara kerja sama pemberian fasilitas lindung nilai alias hedging antara delapan BUMN dengan tiga bank BUMN di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada keterbatasan karena pembiayaan bergantung dari perbankan. Saya meminta perbankan dan BUMN untuk melihat potensi masuk ke pasar uang untuk keluarkan obligasi (surat utang)," tambah Rini.

Rini memprediksi, dalam beberapa bulan ke depan RI akan mendapat peringkat layak investasi alias investment grade dari lembaga pemeringkat internasional S&P. Nah, jika hal itu terealisasi maka bisa dimanfaatkan oleh BUMN.

"Kami coba modernisasi bisnis BUMN dengan membuat perusahan investasi BUMN (holding) yaitu jalan tol, tambang, keuangan dan energi. Kami harapkan bisa selesai tidak lama," ujarnya.

Jika holding BUMN sudah terbentuk, maka pendanaan BUMN akan makin mudah dan tidak melulu bergantung kepada perbankan. Penerbitan obligasi juga bisa jadi pilihan karena rating BUMN setelah jadi holding bisa jadi lebih baik.

"Kami rencanakan sebelum akhir tahun kami keluarkan obligasi dengan rating yang baik ini, sehingga kita bisa menggalang funding dengan cost yang lebih murah," ucapnya. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads