Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 1,5 tahun dengan pemerintahan baru, mau tidak mau sangat ditopang oleh pembangunan infrastruktur. Dan didalamnya cukup besar fungsi BUMN.
"Kelemahannya kita masih bergantung pada pembiayaan perbankan," kata Rini, dalam pidatonya di acara kerja sama pemberian fasilitas lindung nilai alias hedging antara delapan BUMN dengan tiga bank BUMN di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini memprediksi, dalam beberapa bulan ke depan RI akan mendapat peringkat layak investasi alias investment grade dari lembaga pemeringkat internasional S&P. Nah, jika hal itu terealisasi maka bisa dimanfaatkan oleh BUMN.
"Kami coba modernisasi bisnis BUMN dengan membuat perusahan investasi BUMN (holding) yaitu jalan tol, tambang, keuangan dan energi. Kami harapkan bisa selesai tidak lama," ujarnya.
Jika holding BUMN sudah terbentuk, maka pendanaan BUMN akan makin mudah dan tidak melulu bergantung kepada perbankan. Penerbitan obligasi juga bisa jadi pilihan karena rating BUMN setelah jadi holding bisa jadi lebih baik.
"Kami rencanakan sebelum akhir tahun kami keluarkan obligasi dengan rating yang baik ini, sehingga kita bisa menggalang funding dengan cost yang lebih murah," ucapnya. (ang/dnl)











































