Bank Mandiri Layani Pembayaran Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Bank Mandiri Layani Pembayaran Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2016 11:57 WIB
Bank Mandiri Layani Pembayaran Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bank Mandiri menyiapkan layanan elektronik untuk memudahkan dan meningkatkan kenyamanan para pelaku usaha di sektor industri kelapa sawit (CPO) dalam melakukan pembayaran pungutan ekspor. Melalui sistem ini, pembayaran pungutan ekspor CPO akan dapat dilakukan via jaringan Mandiri ATM, internet banking, serta Mandiri Cash Management.

Sistem pembayaran elektronik ini akan melengkapi layanan pembayaran pungutan ekspor CPO yang sebelumnya dilakukan dengan cara manual, di mana pada tahun 2015, pembayaran pungutan ekspor CPO di Bank Mandiri mencapai Rp 5,2 triliun atau sekitar 75% dari total pungutan ekspor CPO di perbankan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman A Arianto menjelaskan, pihaknya berharap langkah ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di industri kelapa sawit ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengembangan alat pembayaran ini juga sejalan dengan keinginan kami menjadi sahabat strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi para eksportir serta pemerintah sebagai regulator di sektor industri ini," ungkap Sulaiman di sela-sela peluncuran Layanan Elektronik Pembayaran Pungutan Dana Sawit oleh perbankan di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Selain kemudahan dan kenyamanan, tambah Sulaiman, sistem pembayaran elektronik juga akan memudahkan Badan Pengelola Dana Pungutan Kelapa Sawit (BPDPKS) karena proses verifikasi data dalam dilakukan secara real time.

Di samping kemudahan dalam pembayaran pungutan ekspor, dukungan Bank Mandiri pada industri kelapa sawit juga telah terealisasi melalui penyaluran pembiayaan ke sektor ini. Pada Maret 2016, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor kelapa sawit mencapai Rp 58,32 triliun, baik untuk on farm maupun off farm.

Dari total pembiayaan tersebut, pembiayaan khusus pada pengembangan perkebunan kelapa sawit (on farm) mencapai Rp 49,15 triliun. Sedangkan pembiayaan pada sektor off farm, yang meliputi produk turunan kelapa sawit baik refinery maupun oleochemical mencapai Rp 9,16 triliun. (drk/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads