Rupiah Melemah Lagi ke Rp 9.390
Senin, 21 Mar 2005 09:27 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan mengalami tekanan. Faktor penyebabnya karena situasi politik dalam negeri memanas karena digelarnya sidang paripurna DPR soal BBM. Selain itu memang situasi eksternal tidak memberikan dampak positif ke rupiah.Pada pembukaan perdagangan Senin (21/3/2005) berada dikisaran Rp 9.390 per US$ 1 atau melemah 33 poin dibandingkan dengan penutupan pekan lalu yang berada dikisaran Rp 9.357 per US$ 1. Ketidakstabilan rupiah memang banyak dipancing oleh pro-kontra kenaikan harga BBM.Sejumlah pengamat seperti ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menyebutkan pada semester I/2005 ini rupiah akan labil akibat dampak kenaikan harga BBM yang ujung-ujungnya juga memicu inflasi. Namun dampak negatif ini akan kembali positif pada semester II/2005 sehingga rupiah menguat.Bank Indonesia sebagai otoritas pengendali moneter menyampaikan optimismenya dalam jangka menengah panjang rupiah masih akan menguat seiring dengan membaiknya ekonomi dunia dan kecenderungan melemahnya mata uang dolar AS atas sejumlah mata uang dunia. Tahun ini Bank Indonesia meramalkan rupiah akan bermain di kisaran Rp 8.600-Rp 9.200 per US$ 1.
(san/)











































