"Kita mengajak investor yang juga nasabah BNI untuk mendengarkan paparan dari Bupati Bojonegoro tentang potensi-potensi investasi di Bojonegoro," kata Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta di sela acara Bojonegoro Investment Day 2016, Sabtu (28/5/2016).
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membentuk pola kemitraan yang saling mendukung dalam menarik minat investasi ke daerah dan menjadikan pola kemitraan ini sebagai pilot project yang akan diterapkan ke daerah-daerah lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Bojonegoro selama ini dikenal dengan daerah banjir. Namun, seperti yang disampaikan Bupati Bojonegoro Suyoto yakni pembangunan untuk kerakyatan dan membikin yang miskin bahagia.
Selain itu, dukungan Pemkab Bojonegoro terhadap persoalan perizinan juga direspons cepat.
"Kita menjadikan Bojonegoro sebagai pilot project. Karena dukungan bupati terhadap kemudahan perizinan. Bahkan, investor datang membawa berkas-berkasnya, semua proses perizinan akan dibantu oleh pemkab," jelasnya.
Puluhan investor dari Jakarta, Surabaya dan daerah lain, bahkan dari Taiwan berangkat dari Surabaya melalui moda transportasi kereta api yang dicarter BNI.
![]() |
Selama perjalanan 1,5 jam menuju Bojonegoro, para debitur/investor mendapatkan pemaparan dari Bupati Bojonegoro Suyoto tentang potensi perekonomian di Bojonegoro.
Ketika tiba di kota minyak, rombongan diajak kunjungan ke Pabrik Perdana Jaya bergerak di bidang sarang burung walet. Rombongan diajak melihat proses pembersihan sarang burung walet.
![]() |
Dilanjutkan kunjungan ke perusahaan Real Food yang bergerak di produksi minuman kesehatan sarang burung walet. Rombongan bisa menikmati minuman kemasan sarang walet yang menyegarkan.
Sebelum dijamu di Pendopo Pemkab Bojonegoro, para investor diajak mengunjungi ke agrobisnis Kebun Blimbing di Kalitidu, Bojonegoro. (roi/ang)














































