Industri Multifinance Lesu, Benarkah Karena Transportasi Online?

Industri Multifinance Lesu, Benarkah Karena Transportasi Online?

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2016 10:55 WIB
Industri Multifinance Lesu, Benarkah Karena Transportasi Online?
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) terpantau lesu. Perlambatan ekonomi memaksa masyarakat mengetatkan ikan pinggang.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara total market penjualan mobil hingga Maret 2016 tercatat 93.990 unit. Sedangkan pada Maret 2015, total market penjualan mobil tercatat 99.410 unit.

Selain perlambatan ekonomi, adakah faktor lain yang membuat penjualan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat menjadi lesu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah, maraknya transportasi berbasis online seperti Gojek, Grab, dan Uber, membuat orang malas membeli kendaraan karena sudah ada kemudahan layanan bertransportasi?

"Nggak juga, ada Gojek, Grab sama Uber malah justru mereka (pengemudi/driver) beli (kendaraan) baru," kata Direktur Utama Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo kepada detikFinance, Senin (31/5/2016).

Meskipun marak transportasi online, Ignatius menyebutkan, pihaknya belum merasakan dampak yang signifikan.

"Belum (berpengaruh). (Permintaan) passenger car (mobil pribadi) masih bagus, seperti Mobilio, Avanza, Sedan, HRV, New Innova, Fortuner, Datsun," ucap dia.

Hingga Maret 2016, Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,6 triliun.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiharto mengungkapkan, menjamurnya bisnis transportasi berbasis online tidak lantas menggerus permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor.

Transportasi online tidak bisa serta-merta mengganti fungsi kendaraan pribadi. Masyarakat akan selalu butuh untuk memiliki kendaraan pribadi.

"Sementara tidak ada (pengaruh terkait transportasi online). Transportasi online itu kan hanya kebutuhan sewaktu-waktu, tidak setiap saat, itu tidak bisa menggantikan kendaraan pribadi, itu kan hanya memudahkan transportasi umum saja, tidak menggantikan secara pribadi," jelas dia. (drk/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads