RI Belum Dapat Investment Grade dari S&P, Menkeu: Kami Mempertanyakan

RI Belum Dapat Investment Grade dari S&P, Menkeu: Kami Mempertanyakan

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2016 15:12 WIB
RI Belum Dapat Investment Grade dari S&P, Menkeu: Kami Mempertanyakan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) belum memberikan investment grade kepada Indonesia. Peringkat utang Indonesia masih bertahan di BB+ untuk utang jangka panjang dan B untuk utang jangka pendek.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku heran dengan penilaian lembaga pemeringkat internasional tersebut. Dirinya agak mempertanyakan hasil dari penilaian S&P tersebut.

"Terus terang kami agak mempertanyakan, karena alasan S&P ini kebanyakan sama dengan sebelumnya. Jadi kami tidak melihat ada sesuatu yang baru ya," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, jika salah satu yang menjadi penilaian S&P adalah soal rasio utang dan defisit anggaran, banyak negara lain yang telah mendapatkan predikat investment grade justru rasio utang dan defisit anggarannya lebih tinggi dari Indonesia.

"Kalau yang digunakan adalah rasio utang atau jumlah pinjaman, ya sekali lagi standar negara-negara yang sudah mendapat investment grade banyak yang debt to GDP rasionya jauh di atas kita, defisitnya pun di atas kita. Jadi terus terang, saya agak mempertanyakan S&P ini," jelas dia.

Meski demikian, kata Bambang, di tengah kondisi perekonomian global yang belum kondusif ini, peringkat utang Indonesia saat ini di level positif masih jauh lebih baik dibanding negara lain yang justru dapat penilaiaan down grade.

"Di tengah kondisi ekonomi global, di mana banyak sekali negara emerging yang malah downgrade, kami melihat bahwa posisi dari S&P ini masih cukup baik. Maksudnya Indonesia dibandingkan negara-negara emerging, bahkan negara maju," tutur Bambang.

Bambang meyakini, penilaian S&P bukan satu-satunya yang menjadi tolak ukur untuk membeli surat Indonesia.

"Kebetulan tim kita lagi ada di Eropa untuk roadshow dari euro bond. Dan begitu tanggapan S&P keluar semua tanggapan investor adalah, mereka tidak mempedulikan hitungan S&P dan berpendapat surat utang Indonesia adalah surat utang yang layak setara dengan investment grade. Sudah itu saja," pungkasnya. (drk/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads