OJK Fasilitasi Pembiayaan Kredit untuk Kelompok Tani di Batu dan Malang

OJK Fasilitasi Pembiayaan Kredit untuk Kelompok Tani di Batu dan Malang

Muhammad Aminudin - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2016 17:49 WIB
OJK Fasilitasi Pembiayaan Kredit untuk Kelompok Tani di Batu dan Malang
Foto: Ari Saputra
Malang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program Akselerasi Inklusi pada Sektor Pangan (Aksi-Pangan). Lewat program ini, OJK menggandeng BNI, Bank Mandiri, dan BRI untuk membantu petani peternak mendapatkan kemudahan pembiayaan.

Kali ini anggota Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mendapatkan kredit dari BNI. Nilai kreditnya berkisar antara Rp 25.000.000-Rp 30.000.000. Dana sebesar ini dipakai antara lain untuk membeli sapi dan pakan.

Selain itu, Gapoktan di desa mandiri Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, memperoleh stimulus dari Bank Mandiri. Stimulan ini berupa kemudahan bagi Gapoktan yang dinilai berkinerja baik untuk mendapat kredit dari Bank Mandiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, pihaknya sudah lama menjalankan program Aksi-Pangan untuk sektor pertanian dan peternakan. Langkah ini guna menjamin petani meningkatkan produksi pertanian, baik pangan maupun sayur-sayuran, buah, dan susu dari peternak.

"Kami (OJK) kaitannya dengan pembiayaan dari bank, jadi nanti bisa diberikan untuk pembiayaan asuransi yang diminta petani. Mulai pembibitan, pemeliharaan tanaman, menjaga kesehatan ternak, itu bisa," ujar Rahmat saat mengunjungi Desa Wisata BNI Pujon Kidul, Kamis (2/6/2016).

Dia melihat pembiayaan kredit dari perbankan kepada petani dan peternak di wilayah Pujon Kidul sudah berjalan baik. Desa Pujon Kidul menjadikan desa percontohan dalam memanfaatkan pembiayaan perbankan untuk sektor pertanian dan peternakan.

"Ini akan jadi percontohan untuk desa-desa lain di Indonesia. Makanya tadi kita juga dukung adanya Program Laku Pandai yang memudahkan masyarakat menggunakan ATM karena fasilitas itu ada di agen bank di desa," tegasnya.

OJK terus mendorong industri keuangan melakukan pembiayaan ke desa-desa. Bagi industri keuangan sudah sukses menjalankan akan mendapatkan kemudahan aturan-aturan supaya lebih kondusif sehingga dapat memberikan kredit mikro lebih banyak kepada masyarakat.

"Insentif seperti itulah yang mungkin diberikan kepada industri keuangan, yang sudah menyalurkan asuransi kepada petani maupun peternak," jelasnya.

Gapoktan Minta Asuransi

Sementara, Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Desa Pujon Kidul mengeluhkan masih jatuhnya harga jual hasil pertanian. Mereka menginginkan asuransi agar dapat menjamin eksistensi petani maupun peternak, ketika harga jual anjlok di pasaran.

"Mahalnya harga daging sempat merisaukan kami, karena jumlah populasi terus menurun dari 27 ribu ekor kini hanya 18 ribu ekor. Hasil susu sekarang juga hanya 80 ton setiap hari untuk satu kecamatan, dulu melebihi itu," ungkap Ketua Gapoktan Sari Agung, Muslimin.

Penurunan produksi susu ini, lanjut dia, sudah terjadi empat tahun terakhir. Sebelumnya produksi susu bisa mencapai 120 ton lebih setiap harinya. "Ini karena banyak induk keluar daerah dan disembelih," sambung dia.

Hadirnya BNI, kata dia, sangat memberikan dukungan kepada petani. Meskipun nilainya masih sedikit dengan bunga pinjaman sebesar 0,5 persen per bulan. Menurut dia, perhatian ini sungguh luar biasa ketika peternak tengah galau dengan ketidakmampuan membeli induk maupun sapi.

"Makanya harus ada program-program modal dengan bunga rendah. Ini masih per individu, nanti ke depannya melalui gapoktan. Peternak juga butuh stimulan pakan, karena saat musim kemarau sangat sulit," tuturnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads