BI Siapkan Rp 4,5 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran di Solo

BI Siapkan Rp 4,5 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran di Solo

Muchus Budi R. - detikFinance
Senin, 06 Jun 2016 15:46 WIB
BI Siapkan Rp 4,5 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran di Solo
Foto: Rachman Haryanto
Solo - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo menyiapkan uang baru senilai Rp 4,519 triliun untuk kebutuhan masyarakat yang akan menukarkan uang baru pada lebaran tahun ini. Selain meningkatkan jumlah uang yang disediakan, BI juga meningkatkan perluasan pelayanan untuk mempersempit ruang masyakarat menukarkan uang kepada jasa perantara uang baru.

Kepala KwBI Solo, Bandoe Widiarto, memaparkan untuk tahun ini pihaknya meningkatkan jumlah uang kertas baru yang disediakan untuk memenuhi permintaan masyarakat menjelang lebaran. Uang kertas baru yang telah disiapkan sebesar Rp 4,519 triliun, atau meningkat lebih dari Rp 700 juta dibanding yang disediakan tahun lalu.

"Pemenuhan kebutuhan uang dalam rangka lebaran 2016 diperkirakan tumbuh sebesar 18,53 persen dibanding realisasi tahun lalu. Jika tahun lalu kita menyediakan Rp 3,805 T, tahun ini sebesar Rp 4,519 T. Setiap tahun mengalami peningkatan permintaan. Tahun 2013 kami menyediakan Rp 2,293 Tsedangkan tahun 2014 sebesar Rp 2,926 T," ujar Bandoe kepada wartawan di Solo, Senin (6/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penukaran akan mulai dilakukan mulai Selasa besok. Pada 7 hingga 16 Juni akan dilayani pada hari Selasa dan Kamis pukul 08.30 - 11.30 WIB. Sedangkan pada 20 - 30 Juni penukaran akan dilayani setiap hari kerja, kecuali Jumat. Sedangkan khusus 27-30 Juni selain dilayani penukaran di dalam kantor, juga akan dilakukan kas keliling bersama 4 bank di halaman Benteng Vastenburg.

"Kami juga akan melakukan kegiatan kas keliling di seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta. Dalam proses penukaran nanti akan diatur khusus agar terdapat pemerataan bagi semua warga yang membutuhkan. Semua upaya peningkatan pelayanan ini kami lakukan untuk mempersempit ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengambil untung dari penukaran uang baru," kata Bandoe.

"Karena itu kami menghimbau masyarakat langsung datang ke KPwBI atau kantor-kantor bank untuk menukarkan uang. Jangan menukarkan uang melalui jasa perantara di luar BI dan perbankan, mengingat risiko tidak ada jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar serta kemungkinan menerima uang palsu dan pasti akan ada pungutan biaya," lanjutnya. (mbr/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads