Meski begitu, menurut Bank Indonesia (BI), jumlah peredaran uang palsu tahun ini mengalami penurunan.
"Untuk beberapa tahun ini trennya turun (eredaran uang palsu), di 2014 9 lembar/1 juta lembar uang yang beredar, sementara di 2015 21 lembar/ 1 juta lembar uang yang beredar. Untuk tahun ini temuan uang palsu berkurang sampai Mei baru 5 lembar/1 juta lembar uang yang beredar yang dilaporkan palsu," ujar Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, di Gedung BI, Jakarta, Senin (6/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ramadan peredaran (uang palsu) cukup tinggi, masyarakat diimbau waspada kalau terima uang kertas yang mencurigakan, ingat 3 D (Dilihat, Diraba, Diterawang) warnanya sesuai dengan asli, ada bagian kasar dari uang, dilihat apa ada berubah warna kalau sudah ada semua Alhamdulillah, kalau ragu lapor ke polisi dan BI juga," lanjut Suhaedi.
Ia juga menambahkan agar masyarakat lebih banyak bertransaksi non-tunai agar lebih aman.
"Kita juga mengimbau agar masyarakat lebih banyak transaksi di non-tunai kalau belanja pakai debit atau kredit supaya aman jelang Idul Fitri," kata Suhaedi. (drk/drk)











































