"Kita harapkan sih masih bisa turun 50 bps ke level menjadi 6,25% untuk BI Rate, saya rasa lebih cepat lebih bagus karena memang inflasi kita masih terkendali saat ini," kata Harry usai acara Bahana Economic Forum, di Financial Club, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Selain itu, ia memperkirakan, suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (the Fed) baru akan naik di awal Desember 2016. Saat ini, menurutnya, ini bisa jadi momentum untuk mengantisipasi krisis di China yang merupakan imbas beban utang yang mencapai 224% dari total PDB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan BI Rate sebelum China krisis ini diharapkan bisa menjadi amunisi bagi BI untuk nantinya bisa kembali menaikkan BI Rate untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tetap stabil.
"Sehingga kita memiliki amunisi menaikkan suku bunga kembali jika diperlukan untuk nilai tukar rupiah kita," ungkap Harry. (drk/drk)











































